LENSADAKWAH.COM – Surabaya. Suasana penuh semangat dan harapan menyelimuti kegiatan Rapat Kerja (Raker) Takmir Masjid Attaqwa Pogot Surabaya yang resmi dibuka pada Jum’at, 1 Mei 2026. Bertempat di kawasan sejuk Argo Mulia Prigen, kegiatan ini menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru periode 2026–2030 untuk merumuskan arah gerak dan program strategis ke depan.

Raker ini diikuti secara aktif oleh seluruh pengurus takmir yang baru, serta melibatkan berbagai elemen penting di lingkungan masjid. Tidak hanya takmir, kegiatan ini juga dihadiri oleh pengurus lembaga pendidikan Al-Qur’an, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), serta pengurus kajian ibu-ibu. Kehadiran lintas elemen ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjadikan masjid sebagai pusat kolaborasi umat yang inklusif dan dinamis.
Dalam arahannya, Ketua Takmir, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa raker ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan titik awal untuk melangkah lebih visioner. Ia mengajak seluruh pengurus untuk membangun paradigma baru dalam memakmurkan masjid.
“Masjid tidak boleh hanya berhenti sebagai tempat ibadah ritual semata. Kita harus menjadikannya sebagai pusat aktivitas umat—tempat tumbuhnya ilmu, kepedulian sosial, pembinaan generasi, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan perkotaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masjid di tengah kehidupan kota memiliki peran strategis sebagai oase spiritual sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk urbanisasi, masjid harus hadir sebagai ruang yang menenangkan, mencerahkan, dan menggembirakan umat.
Raker ini diharapkan mampu melahirkan program-program yang tidak hanya terstruktur secara administratif, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan semangat kebersamaan dan visi yang kuat, Masjid Attaqwa Pogot Surabaya diarahkan untuk menjadi pusat aktivitas kebaikan yang hidup, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan umat masa kini.
Kegiatan pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh optimisme, menandai langkah awal menuju masjid yang lebih berdaya dan bermakna bagi masyarakat perkotaan.





