Beranda / Umum / Liburan Bermakna, Guru MI Muhammadiyah 25 Surabaya Asah Kompetensi melalui Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Liburan Bermakna, Guru MI Muhammadiyah 25 Surabaya Asah Kompetensi melalui Workshop Kurikulum Berbasis Cinta

Lensadakwah. Surabaya – Masa liburan sekolah dimanfaatkan secara produktif oleh keluarga besar MI Muhammadiyah 25 Surabaya untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pendidikan. Selama dua hari, Senin-Selasa (22–23/6/2026), para guru dan tenaga kependidikan mengikuti Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar di Kampus Biru MI Muhammadiyah 25 Surabaya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penguatan kapasitas pendidik, tetapi juga menjadi sarana pembinaan dakwah dan pengembangan keterampilan para asatidz. Menariknya, seluruh petugas acara mulai dari pembawa acara (MC), qari, hingga pembaca sari tilawah berasal dari kalangan guru dan asatidz MI Muhammadiyah 25 Surabaya sendiri.

Hal tersebut sengaja dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pembiasaan agar para guru memiliki keberanian tampil di depan publik serta mampu menjalankan berbagai peran dalam kegiatan-kegiatan madrasah maupun dakwah di tengah masyarakat.

Kepala MI Muhammadiyah 25 Surabaya, Ustadz Ferry Rismawan, S.Th.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengikuti workshop dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, materi Kurikulum Berbasis Cinta merupakan materi yang sangat penting dan relevan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran.

“Materi yang akan disampaikan pada workshop ini merupakan materi yang luar biasa terkait Kurikulum Berbasis Cinta. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik agar memperoleh ilmu yang bermanfaat, kemudian mengamalkannya serta menyampaikannya kepada para siswa. Dengan demikian, madrasah kita dapat melaksanakan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan yang dilaksanakan di masa liburan sekolah ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan madrasah yang semakin unggul, berkarakter, dan penuh kasih sayang dalam proses pendidikannya.

Melalui workshop ini, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pembelajaran yang humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Liburan pun menjadi lebih bermakna karena diisi dengan kegiatan pengembangan diri dan peningkatan kompetensi. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mewujudkan MI Muhammadiyah 25 Surabaya sebagai madrasah yang semakin maju dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa.

Aksar