LENSADAKWAH. Surabaya – Suasana berbeda tampak di Crystal Inn Hotel Batu, Jawa Timur, pada Senin-Selasa (22–23/6/2026). Seluruh guru dan karyawan SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) berkumpul dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) tahunan yang menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi, evaluasi, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis menyongsong tahun ajaran 2026–2027.

Kegiatan yang diikuti seluruh pendidik dan tenaga kependidikan tersebut berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Bahkan pada hari pertama, forum evaluasi dan pembahasan program berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga larut malam. Meski demikian, para peserta tetap mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan semangat, menunjukkan komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Mumtas.
Dalam rapat kerja tersebut, masing-masing divisi memaparkan hasil evaluasi program selama tahun pelajaran 2025–2026 sekaligus menyampaikan rancangan program kerja untuk tahun pelajaran mendatang. Divisi yang menyampaikan laporan meliputi bidang Kurikulum, Kesiswaan, ISMUBA, Hubungan Masyarakat, Sarana dan Prasarana, Tahfidz, hingga English Study Club (ESC).
Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya, M. Khoirul Anam, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru dan karyawan atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama satu tahun ajaran terakhir.
“Berbagai capaian yang diraih sekolah ini bukan hasil kerja satu atau dua orang. Semua merupakan buah dari kebersamaan, kolaborasi, dan semangat gotong royong seluruh keluarga besar Mumtas,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai prestasi yang diraih siswa, program sekolah yang berjalan dengan baik, hingga meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Mumtas merupakan hasil dari kerja keras bersama yang dibangun dengan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan doa seluruh warga sekolah.
Anam menjelaskan bahwa perjalanan selama satu tahun terakhir tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan dan dinamika harus dihadapi bersama. Namun berkat semangat kebersamaan dan komitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik, seluruh tantangan tersebut dapat dilalui dengan baik.
Anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu menegaskan bahwa rapat kerja bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang strategis untuk membangun budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
“Evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk menemukan peluang perbaikan. Sekolah yang hebat bukanlah sekolah yang tidak memiliki kekurangan, melainkan sekolah yang selalu berupaya memperbaiki diri dari waktu ke waktu,” tegas alumnus Magister Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi aktif memberikan ide, gagasan, dan inovasi terbaik dalam penyusunan program kerja. Menurutnya, program yang dirancang harus realistis, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter peserta didik, serta penanaman nilai-nilai keislaman dan Kemuhammadiyahan.
“Tahun ajaran baru adalah lembaran baru. Anak-anak dan orang tua menaruh harapan besar kepada kita. Mari menyambut amanah itu dengan semangat baru, energi baru, dan komitmen baru untuk memberikan pelayanan yang semakin profesional, ramah, dan berkualitas,” pesannya.
Kegiatan rapat kerja semakin bermakna dengan kehadiran Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Simokerto, Dr. Asy’ari, M.Pd., serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Simokerto, Ir. H. Sudarusman. Keduanya memberikan motivasi dan penguatan kepada seluruh guru dan karyawan agar terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Melalui rapat kerja ini, keluarga besar SD Muhammadiyah 10 Surabaya tidak hanya menyusun program dan target kerja, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen bersama untuk terus tumbuh, melayani dengan sepenuh hati, serta melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, serta Persyarikatan Muhammadiyah.
(Abi Faren)






