Bersama: Ust. Muchamad Arifin
SURABAYA — Kajian Inspiratif Subuh (KIS) di Masjid Attaqwa Pogot Surabaya, Rabu (2/9/2026), kembali mengajak jamaah merenungkan keteladanan Rasulullah ﷺ. Kajian yang diawali dengan salat Subuh berjamaah tersebut masih melanjutkan tema tentang sifat-sifat Rasulullah ﷺ, dengan fokus pada salah satu sifat utama beliau, yakni shiddiq, yang berarti benar dan jujur.

Dalam kajian tersebut, Ust. Muchamad Arifin mengajak jamaah menjadikan shiddiq sebagai pondasi kehidupan, terlebih di tengah kondisi zaman ketika kejujuran terasa semakin sulit ditemukan.
Menurutnya, kejujuran bukan sekadar tidak berbohong. Kejujuran merupakan karakter yang menunjukkan kesesuaian antara apa yang diyakini, diucapkan, dan dilakukan. Karena itu, seseorang yang memiliki sifat shiddiq akan berusaha tetap berkata benar sekalipun kejujuran tersebut tidak selalu memberikan keuntungan secara langsung.
“Kadang-kadang kita takut berkata jujur karena khawatir kehilangan sesuatu. Padahal yang perlu kita takutkan bukan kehilangan keuntungan dunia, tetapi kehilangan keberkahan dan kepercayaan karena meninggalkan kejujuran,” pesan Ust. Muchamad Arifin dalam kajiannya.
Ia kemudian mengingatkan jamaah pada pesan Allah dalam QS. At-Taubah ayat 119, yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bertakwa dan bersama orang-orang yang benar dan jujur.
Pesan tersebut, menurutnya, menjadi sangat relevan dengan kehidupan hari ini. Ketika informasi begitu mudah disebarkan melalui media sosial, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa apa yang disampaikan benar dan tidak merugikan orang lain.
Jangan karena ingin menjadi yang pertama menyampaikan berita, kita lupa menjadi orang yang benar dalam menyampaikannya.
Di tengah derasnya arus informasi, berita yang belum tentu benar dapat menyebar hanya dalam hitungan detik. Judul yang menyesatkan, potongan video, informasi tanpa sumber, bahkan kebohongan yang dikemas seolah-olah sebagai fakta dapat memengaruhi banyak orang.
Karena itu, sifat shiddiq Rasulullah ﷺ harus dihadirkan dalam kehidupan modern.
Sebelum berbicara, pastikan benar.
Sebelum membagikan informasi, pastikan sumbernya.
Sebelum menuduh, pastikan faktanya.
Sebelum berjanji, pastikan mampu menepatinya.
Ust. Muchamad Arifin juga mengajak jamaah memahami bahwa kejujuran harus dimulai dari hal-hal sederhana. Jujur dalam keluarga, jujur dalam pekerjaan, jujur dalam berdagang, jujur dalam menjalankan amanah, jujur dalam menggunakan ilmu, hingga jujur ketika menggunakan teknologi dan media sosial.
Sebab, menurutnya, kemajuan tanpa kejujuran hanya akan melahirkan kecanggihan, tetapi belum tentu melahirkan peradaban yang baik.
Islam Berkemajuan membutuhkan manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas. Ilmu harus dibangun dengan kejujuran. Teknologi harus digunakan dengan tanggung jawab. Kekuasaan harus dijalankan dengan amanah. Dan dakwah harus disampaikan dengan kebenaran.
Kejujuran memang terkadang membuat seseorang berada di jalan yang tidak mudah. Orang yang jujur mungkin kehilangan keuntungan sesaat, tetapi ia sedang menjaga sesuatu yang jauh lebih berharga: kepercayaan manusia dan ridha Allah.
Pada akhirnya, kejujuran bukan hanya tentang bagaimana orang lain menilai kita.
Kejujuran adalah tentang bagaimana kita mempertanggungjawabkan kehidupan di hadapan Allah.
Bisa jadi tidak ada manusia yang mengetahui ketika kita berbohong. Tidak ada kamera yang merekam. Tidak ada orang yang melihat. Tetapi Allah mengetahui semuanya.
Karena itu, menjadi pribadi yang shiddiq berarti belajar berkata benar bahkan ketika tidak ada yang melihat, tetap amanah meskipun tidak ada yang mengawasi, dan memilih kebenaran meskipun jalan itu tidak selalu mudah.
Kajian KIS kali ini akhirnya membawa jamaah pada sebuah renungan sederhana namun mendalam:
Jangan hanya ingin dipercaya oleh manusia. Jadilah manusia yang layak dipercaya.
Sebab ketika kejujuran menjadi karakter pribadi, ia tidak hanya memperbaiki diri, tetapi juga keluarga, masyarakat, organisasi, dakwah, bahkan peradaban.
Dari Rasulullah ﷺ kita belajar bahwa kejujuran bukan sekadar perkataan. Kejujuran adalah jalan hidup.
Dan di tengah zaman yang semakin canggih, mungkin salah satu bentuk kemajuan yang paling kita butuhkan adalah kembali menjadi manusia yang benar, jujur, dan dapat dipercaya.
#KajianInspiratifSubuh #KIS #MasjidAttaqwa #MasjidAttaqwaPogot #Surabaya #MuchamadArifin #MeneladaniRasulullah #Shiddiq #Kejujuran #AkhlakRasulullah #IslamBerkemajuan #Dakwah #KajianIslam #SubuhBerjamaah #JujurItuHebat #MenjadiManusiaYangBenar





