Beranda / Umum / Menyusuri Jejak Pahlawan, Menanamkan Cinta Negeri Sejak Dini

Menyusuri Jejak Pahlawan, Menanamkan Cinta Negeri Sejak Dini

LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Pagi itu, langit Kota Surabaya membentang cerah. Sinar mentari hangat menyelimuti jalanan Kota Pahlawan, seakan turut menyambut langkah penuh semangat siswa-siswi kelas 4 SD Muhammadiyah 10 Surabaya (Mumtas) dalam mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang sarat nilai sejarah dan kebangsaan.

Sebanyak 68 murid sekolah generasi Qurani tersebut mengikuti kunjungan edukatif ke Museum Sepuluh Nopember dan kawasan Tugu Pahlawan pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam menanamkan semangat cinta tanah air sekaligus mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada generasi muda sejak dini.

Perjalanan dimulai dari Jalan Sidoyoso IX/14 Surabaya menuju kawasan bersejarah yang menjadi simbol heroisme arek-arek Suroboyo dalam melawan penjajah. Sepanjang perjalanan, wajah-wajah ceria para siswa tampak begitu antusias, membayangkan bagaimana dahsyatnya perjuangan para pahlawan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sesampainya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh pemandu museum. Dengan penuh perhatian, para siswa diajak mengelilingi kawasan monumen sambil mendengarkan kisah berdirinya Tugu Pahlawan yang menjadi ikon perjuangan Kota Surabaya.

Mereka kemudian memasuki ruang diorama dan miniatur pertempuran 10 November. Tatapan para siswa tampak terpaku menyaksikan detail demi detail miniatur peperangan yang menggambarkan keberanian rakyat Surabaya melawan pasukan penjajah.

Suasana semakin menggetarkan ketika para siswa diajak menyaksikan film dokumenter perjuangan 10 November. Dalam tayangan tersebut terlihat bagaimana rakyat Surabaya berjuang dengan senjata sederhana seperti bambu runcing dan tombak untuk menghadapi persenjataan modern berupa senapan, bom, tank, hingga meriam.

Meski dengan keterbatasan, semangat perjuangan para pahlawan tak pernah surut. Pekikan takbir dan kobaran semangat perjuangan menggema memenuhi ruangan.

“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, maka selama itu kita tidak akan menyerah kepada siapa pun juga!”

Pidato heroik Bung Tomo yang diperdengarkan dalam film dokumenter itu membuat suasana terasa begitu hidup. Beberapa siswa tampak terdiam penuh penghayatan, sementara yang lain mengepalkan tangan dengan semangat. Mereka seolah ikut merasakan dahsyatnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, rasa cinta kepada bangsa, serta penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

Setelah menyaksikan diorama dan film sejarah, para siswa melanjutkan kegiatan dengan mengerjakan LKPD bertema Perang 10 November serta mewarnai gambar Tugu Pahlawan secara kreatif. Suasana belajar pun terasa menyenangkan, interaktif, sekaligus penuh makna.

Salah satu guru pendamping kelas 4 SD Mumtas, Maulida Agustin Sasmi, S.Pd., berharap kegiatan tersebut mampu menanamkan karakter kepahlawanan kepada para siswa sejak dini.

“Setelah menyaksikan perjuangan arek-arek Suroboyo melawan penjajah, kami berharap anak-anak memiliki semangat pantang menyerah, cinta tanah air, berani membela kebenaran, dan semakin menghargai jasa para pahlawan. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang harus terus menjaga Indonesia dengan ilmu, akhlak, dan prestasi,” tuturnya penuh harap.

Abi Faren