Beranda / News / Salat Bukan Sekadar Gerakan, tetapi Jalan Membangun Kedekatan dengan Allah

Salat Bukan Sekadar Gerakan, tetapi Jalan Membangun Kedekatan dengan Allah

SURABAYA — Membangun kedekatan dengan Allah SwT tidak cukup hanya dengan menunaikan salat lima waktu. Lebih dari itu, salat harus mampu menghadirkan perubahan dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Ustad Muchamad Arifin dalam kajian ba’da Subuh di Masjid Attaubah, Demak Barat, Surabaya, Ahad (20/9/2026).

Mengangkat tema “Membangun Kedekatan dengan Allah”, Ustad Muchamad Arifin mengajak jamaah untuk memahami salat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah sekaligus membentuk kepribadian seorang hamba.

Menurutnya, kedekatan dengan Allah tidak boleh berhenti ketika seseorang mengucapkan salam sebagai penutup salat. Nilai-nilai yang dibangun dalam salat harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan di luar waktu salat.

“Salat yang kita kerjakan lima kali sehari harus berimbas pada seluruh waktu yang kita jalani. Jangan sampai kita menjadi hamba yang khusyuk ketika salat, tetapi lupa kepada Allah setelah meninggalkan tempat salat,” pesan Muchamad Arifin di hadapan jamaah.

Ia kemudian mengingatkan jamaah pada firman Allah dalam QS. Al-Ankabut ayat 45:

“Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

Ayat tersebut, jelasnya, mengandung pesan penting bahwa salat tidak hanya berkaitan dengan gerakan tubuh dan bacaan yang benar, tetapi juga harus tercermin dalam sikap dan perilaku seorang Muslim.

Salat Lima Waktu, Akhlak Sepanjang Waktu

Muchamad Arifin menjelaskan, ketika berada dalam salat, seorang Muslim berusaha menyempurnakan gerakan, bacaan, dan kekhusyukannya. Namun, setelah salat selesai, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana nilai-nilai salat tersebut diterapkan dalam kehidupan nyata.

“Di dalam lima waktu, kita menjalankan salat dengan gerakan dan bacaan yang sempurna. Di luar lima waktu, mari kita praktikkan diri sebagai hamba yang menjaga salat dengan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar,” tuturnya.

Ia mengajak jamaah untuk menjadikan salat sebagai pengingat yang senantiasa hadir dalam setiap aktivitas, baik ketika berada di rumah, di tempat kerja, maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Menjaga lisan, menjauhi kebohongan, menghindari perbuatan zalim, serta membangun kejujuran dan kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai salat dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya menjaga salat pada waktunya, tetapi jagalah juga pesan-pesan salat sepanjang waktu. Sebab, kedekatan dengan Allah harus melahirkan kehidupan yang lebih baik, lebih tenang, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.

Kajian Subuh tersebut menjadi momentum bagi jamaah Masjid Attaubah untuk kembali melakukan introspeksi diri. Salat yang selama ini dikerjakan diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi benar-benar menjadi kekuatan spiritual yang membimbing setiap langkah kehidupan.

Pada akhirnya, kedekatan dengan Allah bukan hanya tentang seberapa sering seseorang berdiri di atas sajadah, melainkan juga tentang seberapa jauh nilai-nilai penghambaan itu tercermin dalam setiap perilaku dan kebaikan yang dilakukannya.

#KajianSubuh
#MasjidAttaubah
#DemakBarat
#Surabaya
#MuchamadArifin
#MembangunKedekatanDenganAllah
#SalatLimaWaktu
#SalatSepanjangWaktu
#DakwahMencerahkan
#DakwahMenggembirakan
#KajianIslam
#IslamRahmatanLilAlamin
#Muhammadiyah
#LDKMuhammadiyah