Beranda / Umum / Ketua Majelis Tabligh PCM Kenjeran Ajak Takmir Berlomba dalam Kebaikan dan Memakmurkan Masjid

Ketua Majelis Tabligh PCM Kenjeran Ajak Takmir Berlomba dalam Kebaikan dan Memakmurkan Masjid

Jombang, Lensadakwah.com – Rapat Kerja Majelis Tabligh PCM Kenjeran bersama 11 masjid Muhammadiyah yang berlangsung di Muhammadiyah Trade Center (MTC) Wonosalam, Jombang, tidak hanya menghasilkan berbagai program strategis, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun semangat baru dalam pengelolaan masjid. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Tabligh PCM Kenjeran, Aksar Wiyono, dalam sambutannya pada penutupan rangkaian kegiatan raker.

Di hadapan para pengurus takmir masjid, Aksar Wiyono menyampaikan harapannya agar seluruh peserta tidak berhenti pada penyusunan program dan dokumen rencana kerja semata. Menurutnya, keberhasilan raker akan terlihat dari sejauh mana hasil-hasil yang telah disepakati mampu diwujudkan dalam bentuk program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh jamaah dan masyarakat.

“Pasca-raker ini, mari kita bersama-sama membangun semangat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap masjid harus terus berinovasi, menghadirkan program-program terbaik, dan saling menginspirasi satu sama lain dalam memakmurkan masjid,” ujarnya.

Aksar menjelaskan bahwa semangat berlomba dalam kebaikan bukan berarti menciptakan persaingan yang tidak sehat antar masjid, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan jamaah, serta aktivitas dakwah yang lebih kreatif dan berkemajuan. Dengan semangat tersebut, setiap masjid akan terdorong untuk menghadirkan program yang lebih bermanfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat di lingkungannya.

Menurutnya, tantangan dakwah saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, masjid dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai pusat pembinaan umat. Masjid tidak boleh hanya ramai pada waktu-waktu salat, tetapi harus hidup sepanjang waktu dengan berbagai kegiatan yang memberi nilai tambah bagi jamaah.

“Masjid bukan sekadar tempat salat dan mengaji. Masjid harus menjadi pusat aktivitas umat, tempat lahirnya gagasan-gagasan kebaikan, pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pembinaan keluarga, penguatan generasi muda, serta solusi bagi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sejarah Islam telah menunjukkan bagaimana masjid pada masa Rasulullah SAW menjadi pusat peradaban yang melahirkan perubahan besar bagi masyarakat. Karena itu, pengurus takmir perlu terus mengembangkan fungsi masjid agar kehadirannya benar-benar dirasakan dan dibutuhkan oleh umat.

Aksar juga mengajak seluruh pengurus masjid untuk memperkuat kolaborasi dan saling berbagi pengalaman dalam mengelola program-program unggulan. Menurutnya, keberhasilan satu masjid dapat menjadi inspirasi bagi masjid lainnya sehingga kemajuan dapat dirasakan secara bersama-sama di seluruh lingkungan Muhammadiyah Kenjeran.

“Kalau ada masjid yang berhasil mengembangkan kajian, pemberdayaan ekonomi jamaah, pembinaan remaja, atau program sosial yang baik, maka mari kita saling belajar. Semangat kebersamaan inilah yang akan mempercepat kemajuan seluruh masjid Muhammadiyah di Kenjeran,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Aksar Wiyono berharap raker yang telah dilaksanakan selama dua hari tersebut menjadi titik awal lahirnya gerakan memakmurkan masjid yang lebih terstruktur, inovatif, dan berkelanjutan. Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan fastabiqul khairat, masjid-masjid Muhammadiyah di Kenjeran akan semakin mampu menjalankan perannya sebagai pusat dakwah yang mencerahkan, menggembirakan, sekaligus memberdayakan umat.

Harapan tersebut disambut antusias oleh para peserta raker. Mereka berkomitmen untuk menjadikan hasil-hasil raker sebagai pijakan dalam menghadirkan masjid yang tidak hanya ramai oleh jamaah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan dan kemajuan masyarakat di lingkungan sekitarnya.Arifin