Jombang, Lensadakwah.com – Rapat Kerja Majelis Tabligh PCM Kenjeran bersama 11 masjid Muhammadiyah yang berlangsung di Muhammadiyah Trade Center (MTC) Wonosalam, Jombang, tidak hanya menjadi forum penyusunan program kerja, tetapi juga momentum penguatan arah gerakan dan tata kelola masjid Muhammadiyah. Hal tersebut disampaikan Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, dalam sambutannya di hadapan para peserta raker, Sabtu (20/6/2026).

Dalam arahannya, Ali Fauzi mengajak seluruh pengurus takmir masjid Muhammadiyah di lingkungan PCM Kenjeran untuk membangun kebersamaan serta kesamaan persepsi dalam mengelola masjid. Menurutnya, meskipun setiap masjid memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, prinsip-prinsip dasar manajemen masjid Muhammadiyah harus berjalan dalam satu visi dan semangat yang sama.
“Masjid-masjid Muhammadiyah di Kenjeran harus bergerak bersama. Perbedaan kondisi lapangan jangan sampai melahirkan perbedaan arah. Kita perlu membangun kesamaan dalam tata kelola, pelayanan jamaah, pengembangan program, hingga penguatan dakwah sehingga seluruh masjid dapat tumbuh dan berkembang secara harmonis,” ujarnya.
Ali Fauzi menegaskan bahwa masjid merupakan wajah Muhammadiyah yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kemajuan umat. Kesamaan manajemen akan memudahkan proses koordinasi, evaluasi, serta pengembangan program-program strategis yang dapat dirasakan manfaatnya oleh jamaah dan masyarakat luas.
Selain membahas aspek manajerial, Ali Fauzi juga memberikan penguatan ideologi Muhammadiyah kepada seluruh peserta raker. Ia mengingatkan bahwa setiap pengurus takmir yang menerima amanah harus memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi karakter gerakan Muhammadiyah.
Menurutnya, penguatan ideologi menjadi hal yang sangat penting di tengah derasnya arus informasi dan beragam paham keagamaan yang berkembang di masyarakat. Pengurus masjid Muhammadiyah dituntut memiliki pemahaman yang kokoh terhadap manhaj, pedoman, serta keputusan-keputusan persyarikatan agar dalam menjalankan program dan aktivitas masjid tetap berada dalam koridor yang telah digariskan Muhammadiyah.
“Jangan sampai dalam menjalankan amanah kita keluar dari tuntunan, keputusan, dan aturan yang telah ditetapkan Persyarikatan. Muhammadiyah memiliki sistem, manhaj, dan pedoman yang jelas. Inilah yang harus menjadi pegangan bersama dalam mengelola masjid dan menjalankan dakwah,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh takmir dapat menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah, baik dalam kehidupan organisasi maupun dalam pelayanan kepada umat. Dengan fondasi ideologi yang kuat dan tata kelola yang baik, masjid Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi pusat dakwah yang mencerahkan, memperkuat ukhuwah, serta melahirkan berbagai program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Sambutan Ketua PCM Kenjeran tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta raker. Mereka menilai pesan tentang pentingnya kesamaan manajemen dan penguatan ideologi Muhammadiyah menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah kepengurusan masjid di tengah tantangan dakwah yang semakin kompleks.
Melalui penguatan tersebut, PCM Kenjeran berharap seluruh masjid Muhammadiyah di wilayahnya dapat bergerak dalam satu barisan, satu visi, dan satu semangat, sehingga mampu menghadirkan masjid yang makmur, berkemajuan, serta menjadi pusat pencerahan bagi umat dan masyarakat.Arifin






