LENSADAKWAH.COM. Surabaya, 2 Mei 2026 — Rapat Kerja (Raker) Takmir Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya yang digelar pada 1–2 Mei 2026 di Argo Mulia, Prigen, berlangsung penuh khidmat dan kehangatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang evaluasi dan perencanaan program, tetapi juga momentum strategis dalam merumuskan arah besar peran masjid di tengah dinamika kehidupan umat perkotaan.

Dalam sesi pemantapan sumber daya manusia (SDM) pengurus, Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Pogot, Muchamad Arifin, menegaskan pentingnya seluruh bidang untuk bergerak selaras dengan amanah yang telah dihasilkan dalam raker. Ia mendorong agar setiap pengurus tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menghadirkan pelayanan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Masjid tidak boleh hanya hidup dengan aktivitas pengajian semata. Masjid harus menjadi pusat pelayanan umat, tempat berbagai persoalan masyarakat direspons dan dicarikan solusi,” tegas Muchamad Arifin.
Lebih jauh, ia menggambarkan visi masjid ke depan sebagai “rumah besar umat.” Sebuah ruang yang tidak hanya terbuka bagi umat Islam, tetapi juga menjadi tempat yang ramah, meneduhkan, dan inklusif bagi siapa pun.
“Masjid adalah tempat berteduh. Bahkan saudara-saudara non-Muslim pun jika ingin merasakan keteduhan itu, kita sambut dengan baik. Inilah wajah masjid masa depan,” ungkapnya.
Raker ini juga menegaskan bahwa masjid ideal di kawasan perkotaan tidak hanya berfokus pada ibadah mahdhah seperti shalat, zakat, puasa, dan haji, tetapi juga mengambil peran strategis dalam mengatasi persoalan ekonomi, sosial, dan berbagai tantangan umat.
Selama dua hari pelaksanaan, suasana kebersamaan begitu terasa. Diskusi berjalan dinamis namun tetap dalam bingkai persaudaraan dan kekeluargaan, sehingga tidak hanya menghasilkan program kerja yang terarah, tetapi juga memperkuat soliditas antar pengurus.
Raker Takmir Masjid At-Taqwa Pogot 2026 pun ditutup dengan semangat baru dan optimisme. Seluruh hasil yang dirumuskan diharapkan menjadi pijakan nyata dalam menghadirkan masjid yang lebih hidup, memberdayakan, dan benar-benar menjadi pusat solusi bagi umat.






