LENSADAKWAH.COM. Surabaya – Tawa riang dan wajah polos penuh semangat menghiasi halaman SD Muhammadiyah 10 Surabaya sejak pagi hari, Kamis (7/05/2026). Sebanyak 75 siswa-siswi kelas 1 sekolah generasi Qurani itu bersiap mengikuti kegiatan outbound edukatif di Alas Prambon.

Suasana pagi yang cerah terasa semakin hangat ketika anak-anak mungil dengan tas besar di punggung berbaris rapi sambil sesekali melambaikan tangan kepada orang tua mereka. Ada yang tersenyum percaya diri, ada pula yang masih menggandeng erat tangan bunda sebelum naik bus.
“Dadah mama… nanti aku jadi pemberani!” celetuk salah satu siswa dengan gaya polos yang langsung membuat para guru dan wali murid tertawa.
Para orang tua tampak setia menunggu hingga bus berangkat menuju Sidoarjo. Dari balik kaca bus, tangan-tangan kecil melambai penuh semangat, sementara suara riuh anak-anak membuat perjalanan terasa seperti piknik keluarga besar yang menyenangkan.
Sesampainya di Desa Simpang Prambon, keceriaan semakin pecah ketika mereka disambut kereta kelinci warna-warni. Anak-anak tampak antusias menikmati perjalanan menuju lokasi outbound. Ada yang bernyanyi, dan bercanda ria.
Kegiatan diawali dengan senam bersama. Musik ceria berpadu dengan tingkah lucu siswa-siswi Mumtas yang bergerak semangat meski beberapa gerakannya masih “versi suka-suka sendiri”. Gelak tawa pun tak terhindarkan.
Setelah pemanasan, tantangan seru mulai menanti. Flying fox menjadi wahana yang paling memacu adrenalin. Awalnya banyak yang takut, namun setelah meluncur sambil berteriak heboh, mereka justru ingin mencoba lagi.
“Aku tadi kayak burung terbang!” kata …..dengan bangga.
Tak kalah menegangkan adalah berjalan di titian tali dan jembatan goyang. Anak-anak harus fokus menjaga keseimbangan. Sedikit lengah, tubuh langsung oleng dan membuat teman-temannya tertawa ramai.
Keseruan berlanjut saat mereka memanjat spider web. Dengan gaya ala superhero Spiderman, anak-anak berusaha melewati jaring raksasa. Ada yang lincah memanjat, ada pula yang sibuk mencari jalan sambil tertawa malu.
Petualangan semakin lengkap ketika mereka harus merayap di tanah ala tentara. Seragam kotor tak lagi dipikirkan. Yang penting seru dan bisa tertawa bersama teman-teman.
Namun, bukan hanya permainan yang membuat kegiatan ini bermakna. Anak-anak juga belajar kasih sayang dengan memberi makan sapi, kambing, dan itik. Wajah mereka tampak bahagia saat hewan-hewan itu mendekat dan lahap menyantap makanan.
Pengalaman menjadi “petani cilik” pun dirasakan saat mereka turun langsung ke sawah menanam padi. Lumpur di kaki justru menjadi pengalaman baru yang menyenangkan.
Dan inilah kegiatan yang paling ditunggu-tunggu: berenang dan ciprat-cipratan air! Suasana langsung berubah heboh. Teriakan, tawa, dan air beterbangan ke mana-mana.
Anak-anak tampak begitu bebas dan bahagia bermain bersama.
Koordinator kegiatan, Muzayanah, mengaku senang melihat antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak belajar keberanian, kerja sama, cinta lingkungan, dan kemandirian melalui kegiatan yang menyenangkan. Harapannya, mereka tumbuh menjadi anak yang aktif, percaya diri, dan tetap memiliki akhlak mulia,” tuturnya.
Hari itu, outbound bukan sekadar bermain di alam terbuka. Bagi siswa-siswi Mumtas, itu adalah petualangan kecil yang penuh tawa, keberanian, dan kenangan indah yang akan selalu mereka ingat.
Abi Faren






